KERATON KACIREBONAN

Keraton Kacirebonan di dirikan pada tahun 1808 oleh pangeran Muhammad Haerudin,menempati lahan seluas 2,5 Hektar. Keraton Kacirebonan memiliki museum,alun alun dan bangunan bangunan bersejarah lainnya.

PRABAYAKSA

Prabayaksa bermakna ruang utama yang biasa di gunakan sultan dan keluarga untuk menggelar acara dan upacara-upacara besar seperti penobatan sultan,menerima tamu agung atau pejabat tinggi Negara atau acara tradisi-tradisi lainnya

LAWANG SLAMET TANGKEP

Lawang slamet tangkep merupakan pintu utama sebelum memasuki gedung utama keraton.Pintu ini hanya di buka pada saat upacara khusus atau ketika ada tamu khusus yang berkunjung ke keraton

SOVENIRAN KERATON KACIREBONAN

Di salah satu sudut keraton terdapat ruangan yang dimana khusus menyediakan sovenir atau oleh oleh keraton kacirebonan untuk di perjual belikan

LAWANG KAHAGUNG ATAU GAPURA UTAMA

Merupakan pintu pembatas dari umum menjadi khusus.yang mana arti dari lawang kahagung sendiri adalah Gapura yang berarti pengesahan atau perizinan.

Jumat, 28 Desember 2018

HOME



KERATON KACIREBONAN



Pekalipan, Cirebon Jawa Barat

Jumat, 21 Desember 2018

CONTACT

CONTACT - Keraton Kacirebonan terdapat di jalan Pulasaren Kecamatan Pekalipan Kota Cirebon 45116 
Buka pukul 08.00-1700 

ABDI DALEM

ABDI DALEM - Abdi dalem terdiri dari dua kata yaitu Abdi yang merupakan kata dasar dari “mengabdi” yang bermakna berbakti.Sedangka dalem artinya adalah rumah atau istana.Dari istilah tersebut dapat disimpulkan bahwa Abdi Dalem adalah seseorang yang mengabdi atau berbakti pada rumah maupun istana atau di sini adalah keraton serta sultan dengan segala jenis peraturan yang berlaku.Di keraton Kacirebonan sendiri terdapat banyak sekali abdi dalem seperti pemandu,petugas kebersihan,penjaga tiket dan masih banyak yang lainnya.

ALUN ALUN

ALUN ALUN - Alun-Alun merupakan salah satu bagian dari keraton yang terletak di bagian paling depan keraton.Alun-Alun ini di peruntukkan untuk masyarakat umum tanpa terkecuali.orang bebas melakukan kegiatan di sana tanpa ada larangan dari pihak keraton.Artinya bahwa pemimpin atau penguasa dalam arti di sini adalah sultan,dia harus berpola layaknya seperti yang alun-alun yang dapat menampung semua masyarakat tanpa membeda-bedakannyya.

ALUN ALUN

ALUN ALUN


              

PRABAYAKSA

BANGUNAN - Prabayaksa bermakna ruang utama yang biasa di gunakan sultan dan keluarga untuk menggelar acara dan upacara-upacara besar seperti penobatan sultan,menerima tamu agung atau pejabat tinggi Negara atau acara tradisi-tradisi lainnya seperti acara kliwonan dan acara puncak musim panjang jimat setiap tanggal 12 Mulud dalam kalender Aboge.

PRABAYAKSA


           

PASEMBAHAN KULON DAN PASEMBAHAN WETAN

BANGUNAN - Bangunan ini terdapat di sebelah kanan dan kiri keraton.Fungsinya untuk tempat penerimaan tamu dan biasanya juga di gunakan sebagai tenpat latihan menari yaitu tari topeng khas Cirebon.
PASEMBAHAN KULON DAN PASEMBAHAN WETAN

PASEMBAHAN KULON DAN PASEMBAHAN WETAN


          

LAWANG SLAMET TANGKEP

BANGUNAN - Lawang slamet tangkep merupakan pintu utama sebelum memasuki gedung utama keraton.Pintu ini hanya di buka pada saat upacara khusus atau ketika ada tamu khusus yang berkunjung ke keraton sedangkan para pengunjung dapat melewati pintu “kliningan”yang terdapat di sisi kiri dan sisi kanan lawing slamet tangkep,pintu kliningan memiliki makna sebagai 2 kalimat syahadat.
LAWANG SLAMET TANGKEP


LAWANG SLAMET TANGKEP


           

LAWANG KAHAGUNG

BANGUNAN - Merupakan pintu pembatas dari umum menjadi khusus.yang mana arti dari lawang kahagung sendiri adalah Gapura yang berarti pengesahan atau perizinan.jadi,seseorang boleh masuk gapura tersebut apabila sudah mendapatkan izin.Terdapat banyak ukiran di gapura tersebut dianataranya:
  • Ukiran yang berada di bagian bawah yang di ibaratkan sebagai lapisan bumi atau wedasan.sedangkan di bagian atas terdapat ukiran mega mendung yang berarti bahwa di bawah harus kuatdi atas harus indah dan tinggi. 
  • Terdapat ukiran Gunungan-Gunungan yang melamabangkan perjalanan hidup yang naik turun. 
  • Terdapat ukiran seperti tumbuhan pandan wangi yang melambangkan sebuah keyakinan dapat tumbuh di hati yang keras sekalipun 
  • Ukiran seperti lambang istana atau sebuah rumah yang artinya dapat menjadi naungan atau tempat berteduh. 
  • Ukiran ikan dengan tiga kepala satu badan (Iwak Jilu) yang artinya bahwa pada awalnya Cirebon satu kesultanan yaitu sunan gunung jati yang kemudian terpecah menjadi tiga keraton yaitu keraton kesepuhan,keraton kanoman dan keraton kacirebonan.
    LAWANG KAHAGUNG

           

SOUVENIR

  • Kain 

Kain terdapat beberapa jenis kain yang merupakan koleksi dari keraton.kain-kain tersebut merupakan kain asli dari Cirebon yang memiliki motif seperti mega mendung. 
souvenir


souvenir
  • Cindramata 

Cindramata di salah satu bagian ruangan keraton terdapat tempat khusus Cindramata yang diperjualbelikam kepada pengunjung keraton.Cindramata ini di produkdi oleh orang-orang Cirebon asli yang berasal dari Plered.
souvenir


               

NASKAH KUNO

MUSEUM - Naskah-naskah yang terdiri dari surat-surat pada masa colonial Belanda dan terdapat juga beberapa Al-Quran dengan menggunakan sastra Cirebon.
NASKAH KUNO


              

ALAT RUMAH TANGGA


  • Dispenser atau Kendi 
Dispenser atau Kendi adalah alat yang di gunakan untuk menyimpan air pada zaman kerajaan dulu.Dispenser ini berasal dari London yang merupakan pemberian dari Inggris. 

  • Piring 
Piring merupakan tenpat makan sultan dan para keluarganya. Piring-piring tersebut merupakan pemberian dari Cina.

  • Penampan 
Penampan ini terbuat dari batu.biasa di gunakan pada saat upacara-upacara sakral sebagai tempat buah-buahan dan bunga. 

  • Tempat Lilin 
Tempat Lilin karena pada zaman dulu belum terdapat listrik,maka keluarga kerajaan menggunakan lilin sebagai penerangannya. 

  • Pipisan atau Cobet 
Pipisan atau Cobet Merupakan alat yang di gunakan untuk menghaluskan rempah-rempah untuk lulur dan membuat jamu.Alat ini berbentuk pipih yang terbuat dari Batu.
alat rumah tangga


               

PAKAIAN

MUSEUM - Pakaian terdiri dari pakaian sultan dan keluarganya,Pakaian ini biasa digunakan pada saat upacara-upacara penting kerajaan.
PAKAIAN


              

AKSESORIS

MUSEUM - Aksesoris ini tersimpan rapi di dalam lemari,yang terdiri dari aksesoris-aksesoris untuk pengantin wanita yang biasa di gunakan pada saat acara-acara tertentu saja.
AKSESORIS


             

ALAT MUSIK TRADISIONAL

MUSEUM-Terdapat sebuah Gamelan yang di namakan GAMELAN DENGGUNG (Mandeng kang Maha Agung),Gamelan ini di bunyikan pada saat musim kemarau yang di gunakan sebagai ritual untuk mendatangkan hujan yang di awali dengan doa bersama (sholat istiqo) yang melibatkan masyarakat umum.
ALAT MUSIK TRADISIONAL


              

PERSENJATAAN


  • Pedang Klewang dan Pedang Komando 

Adalah senjata hasil rampasan dari belanda pada saat perang santri (1803-1806) yang di pimpin oleh Pangeran Kanoman sebelum keraton kacirebonan di dirikan.

persenjataan

  • Golok 

Golok Adalah senjata asli dari kanoman bukan merupakan hasil pemeberian atau rampasan.Golok ini biasa di gunakan pada saat terjadi perang.
persenjataan

  • Pedang Pajajaran 

Pedang Pajajaran Sebagai kesultanan yang memiliki ikatan masa lalu dengan kerajaan pajajaran,di keraton kacirebonan terdapat senjata-senjata perang salah satunya adalah pedang pajajaran ini,yang merupakan cindramata dari Raja William yang di persembahkan kepadan Sultan Kacirebonan I (1808-1814).
persenjataan

  • Keris 

Keris Terdapat juga keris sebagai peninggalan dari zaman dahulu yang biasa digunakan ketika terjadi perang,keris-keris ini termasuk juga ke dalam kategori benda pusaka.keris ini akan di bersihkan setiap satu tahun sekali ketika Maulid Nabi.
persenjataan


             

SILSILAH

SILSILAH SULTAN KACIREBONAN 
 SYEKH SYARIF HIDAYATULLAH (SUNAN GUNUNG JATI) 

 PANGERAN PASAREAH 

 PANGERAN SWARGA DIPATI CIREBON

 PANEMBAHAN RATU I

 PANGERAN SENDANG GAYAM DIPATI CIREBON 

 PANEMBAHAN RATU II

 SULTAN ANOM I M. BADRIN (1677-1703)

 SULTAN ANOM II M. QODIRUDDIN (1703-1706) 

SULTAN ANOM III M. ALIMUDDIN (1719-1727)

 SULTAN ANOM IV M. KHAERUDDIN (1733-1797)

 SULTAN CARBON AMIRUL MUKMININ M. KHAERUDDIN (SULTAN KACIREBONAN I ) 1808-1814

 RAJA MADENDA I (SULTAN KACIREBONAN II ) 1814-1851 

 RAJA MADENDA II (SULTAN KACIREBONAN III ) 1853-1914 

 RAJA MADENDA III (SULTAN KACIREBONAN IV ) 1914-1931 

 RAJA MADENDA IV (SULTAN KACIREBONAN V ) 1931-1950

 P. SIDIK ARJADININGRAT (SULTAN KACIREBONAN VI ) 1950 – 1959 

 P. HARKAT KATADINGRAT (SULTAN KACIREBONAN VII ) 1959 - 1968 

 P. AMIR KATADINGRAT (SULTAN KACIREBONAN VIII ) 1968 – 1997 

 P. ABDULGANI KATADINGRAT S,E (SULTAN KACIREBONAN IX ) 1997- SEKARANG

SEJARAH SINGKAT

SEJARAH SINGKAT
SEJARAH SINGKAT - Alun alun terbuka di jalan pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Cirebon, menjadi area pertama yang menyambut pengunjung menuju sebuah bangunan kuno yang memiliki warna serba hijau. Selanjutnya, Gapura Utama atau Lawang Kahagung dengan ukiran bahasa mataram kuno bermakna sultan Carbon Kerajaan Kacirebonan menjadi gerbang penyambutan bagi para pengunjung di keraton ini. Dan inilah keraton kacirebonan, salah satu dari 3 keraton yang ada di Cirebon dan merupakan keraton yang termuda. Keraton Kacirebonan merupakan keraton yang didirikan atas prakarsa Pangeran Muhammad Haerudhin. Dia adalah putra mahkota Sultan Kanoman ke-IV yang melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Kolonial Belanda. Sejarah dibangunnya keraton kacirebonan memang tak lepas dari peperangan yang pernah berkecamuk di wilayah Cirebon. Saat itu, tahun 1670,Belanda mulai memasuki kedaulatan Keraton Kanoman yang di pimpin oleh Pangeran Haerudhin. Hal ini di tentang oleh putra mahkota kesultanan yang tak lain adalah pangeran muhammad haerudhin. Melibatkan rakyat cirebon yang mendukungnya, peperangan melawan kolonial belanda berlangsung setidaknya hampir sekitar 5 tahun. Namun, pada tahun 1696 pangeran muhammad haerudhin berhasil dikalahkan dan di asingkan ke ambon. Pengasingan tersebut membuat pangeran haerudhin yang telah uzur tidak memiliki putra mahkota untuk diangkat menjadi sultan kanoman. Hal ini dimanfaatkan oleh pemerintah belanda secara sepihak untuk mengangkat pangeran imamudin yang pro kolonial sebagai sultan kanoman yang ke-V. Namun pengukuhan yang tidak direstui rakyat cirebon ini membuat peperangan semakin merajalela dan menyebar hingga daerah luar cirebon. Pada akhirnya pangeran muhammad haerudhin dipulangkan guna meredam amarah rakyat cirebon. Keraton kanoman yang telah memilih pangeran imamudin sebagai pemangku tahta membuat pangeran muhammad haerudhin mendirikan kesultanan kacirebonan dengan gelar sultan carbon Amirul Mukminin pada tahun 1808. Menempati lahan seluas 2,5hektar, keraton kacirebonan memiliki pasembahan kulon di sebelah kiri dan pasembahan wetan di bagian kanan keraton. Keduanya berfungsi sebagai tempat penerima tamu dan latihan tari, yakni tari topeng khas cirebon. Masuk lebih ke dalam, pintu slamet tangkep di bagian tengah menjadi pintu utama sebelum memasuki gedung utama keraton. Pintu ini hanya di buka pada saat upacara khusus atau ketika ada tamu khusus yang berkunjung ke keraton. Sedangkan para pengunjung biasa bisa melewati pintu kliningan yang terletak di sisi kiri dan kanan keraton. Pintu ini juga memiliki makna sebagai bagian dari 2 kalimat syahadat. Memasuki bangunan utama keraton, keraton kacirebonan memiliki unsur warna hijau yang mendominasi 8 tiang sebagai pilar utama menopang bangunan yang terlihat sangat terawat ini. Bagian serambi keraton atau di sebut dengan ruang prabayaksa merupakan tempat dimana sultan bertemu tamu sekaligus tempat diadakannya acara ritual keraton. Keraton kacirebonan menyimpan berbagai benda benda koleksi kuno yang sarat dengan sejarah. Pedang, tombak, sampai alat pembuat jamu atau param yang masih berbentuk batu tersimpan apik di salah satu ruangan di keraton. Ruangan ruangan bagian kerato kacirebonan menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan keraton serta agama islam. Kitab dari zaman para wali hingga gamelan menjadi salah satu koleksi kuno yang dapat di saksikan saat berkunjung ke keraton kacirebonan.